resep olahan singkong parut | foto ilustrasi: Gemini AI
Brilio.net – Singkong parut adalah bahan dasar yang fleksibel — bisa diolah jadi camilan manis, gurih, bahkan pedas tergantung isian dan bumbunya. Proses memarut singkong memang butuh sedikit tenaga, tapi hasilnya jauh lebih beragam dibanding sekadar merebusnya utuh. Teksturnya yang lembut setelah diparut memudahkan pencampuran dengan bahan lain seperti kelapa parut, gula merah, atau bumbu halus.
Kalau kamu baru mau mencoba mengolah singkong parut di rumah, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan: kadar airnya. Singkong yang terlalu basah akan membuat adonan lembek dan susah dibentuk, jadi sebagian resep meminta singkong diperas dulu sebelum diolah. Setelah itu, pilihan olahannya cukup banyak — mulai dari yang dikukus dengan daun pisang, digoreng, sampai yang dicetak dan ditabur kelapa parut.
1. Serawut Singkong Gula Merah

foto: Instagram/@shina_kesumawati
Serawut adalah camilan kukus sederhana dari Jawa yang mengandalkan perpaduan rasa manis gula merah dan sedikit gurih dari garam. Teksturnya berserat karena singkong diparut kasar, bukan halus. Biasa disajikan bersama taburan kelapa parut kukus yang menambah cita rasa gurih di setiap suapan.
Bahan:
– 500 gr singkong
– 1 sdm gula pasir
– Gula merah secukupnya, sisir halus
– Garam secukupnya
– Kelapa parut secukupnya untuk taburan (kukus terlebih dahulu)
Cara membuat:
1. Kupas singkong, cuci bersih, lalu parut kasar.
2. Campurkan singkong parut dengan gula pasir, gula merah sisir, dan garam. Aduk hingga rata.
3. Kukus adonan selama kurang lebih 30 menit hingga matang.
4. Sajikan serawut dengan taburan kelapa parut yang sudah dikukus.
Durasi: ± 45 menit
Porsi: 4–5 porsi
2. Kue Kacamata Singkong Tiga Warna

foto: Instagram/@wawawiati
Kue kacamata adalah jajanan tradisional yang dibungkus daun pisang dengan isian pisang tanduk di tengahnya. Adonan singkong diberi tiga warna berbeda lalu disusun berlapis sebelum digulung bersama pisang. Tampilannya menarik dan rasanya manis dengan aroma daun pisang yang harum setelah dikukus.
Bahan:
– 1 kg singkong, kupas, parut, peras sebagian airnya
– 250 gr gula pasir
– 1 sdt garam
– ½ sdt vanili bubuk
– 60 gr margarin, lelehkan
– 60 ml santan instan
– 3 buah pisang tanduk, potong menjadi 2 bagian
– 6 lembar daun pisang untuk membungkus
– Pewarna makanan 3 warna (merah, hijau, kuning) secukupnya
Bahan taburan:
– Kelapa parut secukupnya, beri sejumput garam lalu kukus 15 menit
Cara membuat:
1. Campur singkong parut yang sudah diperas dengan gula pasir, garam, vanili, santan, dan margarin leleh. Aduk hingga rata.
2. Bagi adonan menjadi 3 bagian, beri masing-masing satu warna berbeda dan aduk hingga warna merata.
3. Ambil selembar daun pisang, susun adonan tiga warna secara berurutan lalu pipihkan.
4. Letakkan satu potongan pisang tanduk di atas adonan, gulung hingga pisang terbalut rapat.
5. Kukus selama 30 menit hingga matang.
6. Sajikan dengan taburan kelapa parut kukus.
Durasi: ± 55 menit
Porsi: 6 porsi
3. Misro Isi Gula Merah

foto: Instagram/@ithayosepitha
Misro adalah gorengan tradisional Sunda dengan isian gula merah yang meleleh di dalamnya. Nama “misro” sendiri merupakan singkatan dari amis di jero dalam bahasa Sunda, yang artinya manis di dalam. Kulit luarnya renyah dari campuran singkong dan kelapa parut, sementara bagian dalamnya manis dan lumer saat digigit.
Bahan:
– 1 kg singkong, kupas dan parut
– ½ butir kelapa parut
– Gula merah secukupnya, sisir halus untuk isian
– Minyak goreng secukupnya
Cara membuat:
1. Campurkan singkong parut dan kelapa parut, aduk hingga rata.
2. Ambil sejumput adonan, pipihkan di telapak tangan, lalu isi dengan gula merah sisir secukupnya.
3. Tutup dan bentuk bulat hingga isian tidak terlihat dari luar.
4. Panaskan minyak goreng dengan api sedang, masukkan adonan yang sudah dibentuk.
5. Goreng hingga berwarna kuning keemasan dan matang merata. Angkat dan tiriskan.
6. Sajikan selagi hangat.
Durasi: ± 40 menit
Porsi: 15–20 buah
4. Singkong Parut Kukus Topping Gula Merah

foto: Instagram/@aop_indonesia
Ini adalah versi paling sederhana dari olahan singkong parut — dikukus dengan aroma pandan lalu disajikan dengan irisan gula merah di atasnya. Tidak ada tambahan gula di dalam adonan, jadi rasa manisnya sepenuhnya berasal dari topping gula merah yang diletakkan saat sajian masih panas. Cocok untuk camilan sore yang tidak terlalu berat.
Bahan:
– 1 kg singkong, kupas dan parut
– 2 lembar daun pandan, ikat simpul
– 2 keping gula merah, iris tipis untuk topping
– Air secukupnya untuk mengukus
Cara membuat:
1. Kupas dan cuci bersih singkong, lalu parut menggunakan parutan keju.
2. Siapkan panci kukus, isi air dan panaskan hingga mendidih.
3. Masukkan singkong parut ke dalam kukusan bersama daun pandan.
4. Kukus selama 25–30 menit hingga singkong matang dan tidak lengket di bagian tengah.
5. Angkat dan pindahkan ke piring saji.
6. Letakkan irisan gula merah di atasnya dan sajikan selagi panas agar gula merah sedikit meleleh.
Durasi: ± 40 menit
Porsi: 4–5 porsi
5. Lemet Singkong Kelapa

foto: Instagram/@susyantilie
Lemet adalah jajanan tradisional berbungkus daun pisang yang dibuat dari campuran singkong parut, kelapa parut, dan gula merah. Rasanya manis gurih dengan tekstur yang sedikit padat dan berserat. Aroma daun pisang yang menyerap selama pengukusan menjadi bagian dari cita rasa khas lemet ini.
Bahan:
– 1 kg singkong, parut
– 500 gr kelapa parut
– 200 gr gula merah, sisir halus
– ½ sdt garam
– Daun pisang secukupnya, cuci bersih dan potong-potong
Cara membuat:
1. Siapkan panci pengukus, isi air dan panaskan. Siapkan juga daun pisang yang sudah dipotong sesuai ukuran.
2. Campurkan singkong parut, kelapa parut, gula merah sisir, dan garam. Aduk hingga semua bahan tercampur rata.
3. Ambil 1–2 sendok adonan, letakkan di atas selembar daun pisang.
4. Gulung daun pisang lalu lipat kedua ujungnya ke dalam agar adonan terbungkus rapat.
5. Ulangi hingga adonan habis.
6. Kukus selama 30 menit hingga matang. Angkat dan sajikan.
Durasi: ± 50 menit
Porsi: 15–18 bungkus
6. 6. Kue Sentiling Tiga Warna

foto: Instagram/@octarinadina
Kue sentiling adalah kue tradisional berbasis singkong yang memiliki tampilan berlapis dengan tiga warna cerah. Teksturnya kenyal karena ada tambahan agar-agar, dan biasa disajikan berbalut kelapa parut kukus. Proses pengolahannya sedikit lebih panjang dibanding kue singkong lain karena setiap lapisan dikukus secara bergantian.
Bahan:
– 700 gr singkong, parut
– 150 gr gula pasir
– ¼ sdt vanili bubuk
– ¼ sdt garam
– 135 ml santan (65 ml santan instan ditambah 70 ml air)
– 1 sdm agar-agar bubuk plain
– Pewarna makanan 3 warna: hijau, merah muda, dan kuning
Bahan pelengkap:
– Kelapa parut secukupnya
– 1 lembar daun pandan
– ¼ sdt garam
Cara membuat:
1. Kukus kelapa parut bersama daun pandan dan garam selama 10 menit. Angkat dan sisihkan.
2. Panaskan panci kukusan. Campurkan singkong parut, gula pasir, vanili, garam, dan agar-agar bubuk. Aduk rata.
3. Tuangkan santan ke dalam adonan, aduk kembali hingga tercampur merata.
4. Bagi adonan ke dalam 3 wadah, beri masing-masing satu warna dan aduk hingga warna merata.
5. Olesi loyang ukuran 18×18 cm dengan minyak di semua sisi. Alasi bagian bawah dengan daun pisang dan olesi lagi dengan minyak.
6. Tuang adonan berwarna kuning ke dalam loyang dan ratakan. Kukus selama 10 menit dengan tutup kukusan yang sudah dilapisi kain serbet.
7. Lakukan hal yang sama untuk adonan warna berikutnya hingga semua lapisan habis dikukus.
8. Angkat dari kukusan dan biarkan dingin.
9. Keluarkan dari loyang, lapisi pisau dengan plastik bersih, lalu potong kue sesuai selera.
10. Gulingkan potongan kue ke dalam kelapa parut kukus dan sajikan.
Durasi: ± 1 jam
Porsi: 20–25 potong
7. Combro Isian Oncom Pedas

foto: Instagram/@anieandriyani
Combro adalah gorengan khas Sunda berisi oncom yang dibumbui pedas, dibungkus adonan singkong dan kelapa parut. Nama “combro” berasal dari oncom di jero dalam bahasa Sunda, artinya oncom di dalam. Lapisan luarnya gurih dan sedikit renyah, sementara isiannya beraroma khas oncom dengan rasa pedas yang bisa disesuaikan.
Bahan adonan:
– 500 gr singkong, parut dan peras
– 100 gr kelapa parut
– 2 batang daun bawang, iris tipis
– Garam, lada, kaldu jamur, dan gula secukupnya
Bahan isian:
– 2 papan oncom, hancurkan
– Minyak goreng secukupnya
Bumbu halus isian:
– Cabai rawit sesuai selera
– 5 siung bawang merah
– 3 siung bawang putih
– Seruas kencur
– Garam, kaldu bubuk, dan gula secukupnya
– 2 batang daun bawang dan seledri, iris halus
Cara membuat:
1. Buat isian: tumis bumbu halus dengan sedikit minyak hingga harum dan matang.
2. Masukkan oncom yang sudah dihancurkan, aduk dan masak selama sekitar 20 menit hingga oncom matang dan bumbu meresap.
3. Matikan api, masukkan irisan daun bawang dan seledri, aduk rata. Sisihkan.
4. Buat adonan: campurkan singkong parut yang sudah diperas, kelapa parut, daun bawang, garam, lada, kaldu jamur, dan gula. Aduk rata dan koreksi rasa.
5. Ambil sejumput adonan singkong, pipihkan di telapak tangan, beri isian oncom secukupnya.
6. Tutup dan bentuk bulat lonjong hingga isian tidak terlihat dari luar.
7. Goreng dalam minyak panas dengan api sedang hingga matang kecokelatan. Angkat dan sajikan.
Durasi: ± 50 menit
Porsi: 15–20 buah
8. Gorengan Singkong Bumbu Pedas

foto: Instagram/@matthewmaureen
Ini adalah versi gorengan singkong yang lebih berani dari segi rasa — bumbu halus langsung dicampur ke dalam adonan sehingga rasanya pedas dan gurih merata sampai ke dalam. Bentuknya pipih dan tipis sehingga matang lebih cepat dan hasilnya lebih renyah di bagian pinggir. Cocok disajikan dengan saus sambal atau cocolan cabai rawit.
Bahan:
– 350–400 gr singkong, parut
– 2 batang daun bawang, iris halus
– 1 batang seledri, iris halus
– Garam, kaldu jamur, dan gula secukupnya
Bumbu halus:
– 7 buah cabai rawit merah
– 4 buah cabai merah keriting
– 3 siung bawang merah
– 3 siung bawang putih
– ½ sdt ketumbar butiran
Cara membuat:
1. Haluskan semua bahan bumbu halus menggunakan blender atau ulekan.
2. Campurkan singkong parut dengan bumbu halus, daun bawang, seledri, garam, kaldu jamur, dan gula. Aduk rata dan koreksi rasa.
3. Ambil sejumput adonan, pipihkan hingga agak tipis.
4. Goreng dalam minyak panas dengan api sedang, balik saat sisi bawah sudah kecokelatan.
5. Angkat saat kedua sisi matang kecokelatan, tiriskan.
6. Sajikan dengan saus atau sambal cocolan.
Durasi: ± 35 menit
Porsi: 12–15 buah
9. Sate Singkong Kukus Tiga Warna

foto: Instagram/@octarinadina
Sate singkong adalah camilan unik berbentuk bulat-bulat kecil yang dikukus, ditusuk seperti sate, lalu dibalur kelapa parut. Teksturnya kenyal karena ada tambahan agar-agar dalam adonan. Tampilannya menarik dengan tiga warna berbeda dalam satu tusukan, cocok untuk dibawa ke acara atau disajikan sebagai jajanan di rumah.
Bahan:
– 500 gr singkong, parut dan peras sedikit airnya
– 50 gr gula pasir
– 4 gr agar-agar bubuk plain
– 75 gr kelapa parut muda
– ½ sdt garam
– Pewarna makanan 3 warna secukupnya
Bahan taburan:
– Kelapa parut muda secukupnya
– ½ sdt garam
Cara membuat:
1. Kukus kelapa parut taburan bersama garam hingga matang, sisihkan.
2. Campurkan singkong parut, gula pasir, agar-agar bubuk, kelapa parut, dan garam. Aduk rata.
3. Bagi adonan ke dalam 3 wadah, beri masing-masing satu warna dan aduk hingga merata.
4. Bentuk masing-masing adonan menjadi bulatan-bulatan kecil seukuran kelereng.
5. Panaskan kukusan, alasi tutupnya dengan kain serbet agar uap tidak menetes ke adonan.
6. Tata bulatan adonan di atas kukusan dengan jarak agar tidak menempel satu sama lain.
7. Kukus selama 10–15 menit hingga matang.
8. Angkat dan gulingkan ke dalam kelapa parut kukus hingga terbalut rata.
9. Tusuk 3–4 bulatan dengan tusuk sate sesuai selera dan sajikan.
Durasi: ± 40 menit
Porsi: 20–25 tusuk
10. Puding Singkong Gula Merah Santan

foto: Instagram/@cerita.masak
Ini adalah olahan singkong parut yang teksturnya lebih padat dan kenyal dibanding kue kukus biasa karena ada tambahan agar-agar. Perpaduan gula merah dan santan menciptakan rasa manis gurih khas, mirip dengan cita rasa puding tradisional. Setelah matang dan didinginkan, kue ini bisa dipotong rapi dan tahan disimpan beberapa jam di suhu ruangan.
Bahan:
– 300 gr singkong, kupas dan parut lalu peras hingga kering
– 100 gr gula merah, iris tipis
– 2 sdm gula pasir
– 4–5 sdm air
– ½ bungkus agar-agar bubuk plain
– 1 bungkus santan instan ukuran kecil (65 ml)
– Garam secukupnya
– Daun pandan secukupnya
Cara membuat:
1. Kupas singkong, cuci bersih, parut menggunakan parutan keju, lalu peras hingga tidak ada air tersisa.
2. Masak gula merah bersama air, gula pasir, dan daun pandan di atas api kecil hingga gula larut. Sisihkan dan biarkan sedikit dingin.
3. Panaskan kukusan, masukkan beberapa lembar daun pandan ke dalam air kukusan agar aroma harum.
4. Campurkan singkong parut dengan larutan gula merah yang sudah dimasak. Aduk rata.
5. Masukkan agar-agar bubuk, garam, dan santan. Aduk kembali hingga semua bahan tercampur merata.
6. Tuang adonan ke dalam loyang yang sudah diolesi minyak sayur atau dilapisi plastik tahan panas.
7. Kukus selama 45 menit hingga 1 jam. Cek kematangan dengan menusukkan garpu atau tusuk — jika tidak ada adonan yang menempel, berarti sudah matang.
8. Angkat, biarkan dingin, lalu potong sesuai selera dan sajikan.
Durasi: ± 1 jam 15 menit
Porsi: 15–20 potong
11. Combro Oncom Pedas Ekstra

foto: Instagram/@rikhatiwi
Berbeda dari combro biasa, versi ini menggunakan margarin dalam adonan singkong untuk rasa yang lebih gurih dan tekstur kulit yang sedikit lebih renyah setelah digoreng. Isian oncomnya diberi kencur yang memberikan aroma khas dan sedikit hangat. Ukurannya bisa dibuat lebih besar atau lebih kecil sesuai selera.
Bahan adonan:
– 1 kg singkong, parut kasar dengan parutan keju, lalu peras
– 2 sdm margarin
– 1 sdt garam
– 2 genggam kelapa parut
Bahan isian:
– 2 papan oncom, hancurkan
– Minyak goreng secukupnya
Bumbu halus isian:
– Cabai rawit sesuai selera
– 5 siung bawang merah
– 3 siung bawang putih
– Seruas kencur
– 2 batang daun bawang dan seledri, iris halus
– Garam, kaldu bubuk, dan gula secukupnya
Cara membuat:
1. Peras singkong parut menggunakan kain bersih. Endapkan air perasan selama 10 menit, lalu ambil endapan tepung di bagian bawah dan campurkan kembali ke dalam singkong parut.
2. Tambahkan kelapa parut, garam, dan margarin ke dalam singkong. Aduk rata.
3. Tumis bumbu halus dengan sedikit minyak hingga harum. Masukkan oncom yang sudah dihancurkan, masak sambil terus diaduk selama sekitar 20 menit hingga matang dan kering. Matikan api, masukkan irisan daun bawang dan seledri, aduk rata.
4. Ambil sejumput adonan singkong, pipihkan, beri isian oncom secukupnya, lalu tutup dan bentuk bulat lonjong.
5. Goreng dalam minyak panas hingga kulit berwarna kecokelatan dan matang. Angkat, tiriskan, dan sajikan.
Durasi: ± 55 menit
Porsi: 20–25 buah
12. Perkedel Singkong Gurih

foto: Instagram/@regunancha
Perkedel singkong adalah alternatif perkedel kentang yang lebih hemat dan tetap mengenyangkan. Singkong dikukus terlebih dahulu sebelum diparut kasar, sehingga teksturnya lebih padat dan mudah dibentuk. Cocok dimakan bersama nasi atau sebagai lauk pendamping dengan sambal cocolan.
Bahan:
– 1 kg singkong, kupas
– 3 batang daun seledri, rajang halus
– 2 butir telur ayam, kocok lepas (untuk adonan)
– 2 butir telur ayam, kocok lepas dan beri sedikit garam (untuk lapisan sebelum digoreng)
– Minyak goreng secukupnya
Bumbu halus:
– 5 siung bawang putih
– 3 siung bawang merah
– ½ sdt merica bubuk
– Garam secukupnya
Cara membuat:
1. Kukus singkong hingga matang dan empuk, sekitar 30 menit. Angkat dan biarkan dingin.
2. Parut kasar singkong yang sudah dikukus, lalu tambahkan bumbu halus, 2 butir telur kocok, dan daun seledri. Aduk rata menggunakan tangan.
3. Bentuk adonan menjadi bulatan pipih seukuran perkedel hingga adonan habis.
4. Panaskan minyak goreng dalam wajan.
5. Celupkan setiap perkedel ke dalam kocokan telur berbumbu garam, lalu masukkan ke minyak panas.
6. Goreng hingga matang dan berwarna kecokelatan di kedua sisi. Angkat dan tiriskan.
7. Sajikan dengan sambal cocolan.
Durasi: ± 1 jam
Porsi: 15–20 buah
13. Ongol-Ongol Singkong Pandan

foto: Instagram/@restuwindaa
Ongol-ongol adalah kue tradisional berbasis tepung atau singkong yang kenyal dan sedikit manis. Versi ini menggunakan pasta pandan yang memberi warna hijau alami dan aroma harum khas. Setelah dikukus dan dipotong, potongan ongol-ongol bisa langsung disajikan apa adanya atau ditaburi sedikit kelapa parut.
Bahan:
– 350 gr singkong, kupas, parut, dan buang airnya
– 100 ml santan kental
– ½ sdt pasta pandan
– 70 gr gula pasir
– ½ bungkus agar-agar bubuk plain
– Sejumput garam
Cara membuat:
1. Campurkan santan kental, pasta pandan, gula pasir, garam, dan agar-agar bubuk dalam satu wadah. Aduk hingga rata.
2. Masukkan singkong parut yang sudah dibuang airnya ke dalam campuran santan. Aduk kembali hingga semua bahan tercampur merata.
3. Panaskan kukusan. Olesi loyang dengan minyak, lalu lapisi dengan plastik tahan panas dan olesi lagi dengan minyak agar kue tidak lengket.
4. Tuang adonan ke dalam loyang dan ratakan permukaannya.
5. Kukus selama 30 menit. Cek kematangan dengan menusukkan tusuk gigi — jika bersih, kue sudah matang.
6. Angkat dan biarkan dingin sepenuhnya sebelum dikeluarkan dari loyang.
7. Potong sesuai selera dan sajikan.
Durasi: ± 45 menit
Porsi: 15–20 potong
FAQ
Q: Apa perbedaan misro dan combro?
Keduanya sama-sama gorengan berbahan dasar singkong dan kelapa parut khas Sunda. Perbedaannya ada di isiannya: misro berisi gula merah yang manis, sedangkan combro berisi oncom berbumbu pedas. Nama keduanya pun merupakan singkatan dari bahasa Sunda yang menggambarkan isian tersebut.
Q: Kenapa singkong parut perlu diperas sebelum diolah?
Kadar air dalam singkong berbeda-beda tergantung jenis dan tingkat kematangannya. Singkong yang terlalu basah akan membuat adonan tidak bisa dibentuk, mudah hancur saat digoreng, atau tidak matang merata saat dikukus. Memeras singkong hingga cukup kering adalah langkah penting agar hasil akhirnya padat dan tidak lembek.
Q: Apakah singkong parut bisa disiapkan sehari sebelumnya?
Bisa, tapi perlu disimpan dengan benar. Singkong parut yang sudah diperas bisa disimpan dalam wadah tertutup di kulkas dan digunakan keesokan harinya. Yang perlu diperhatikan adalah singkong mudah berubah warna menjadi keabuan karena oksidasi — ini tidak berbahaya, tapi bisa mempengaruhi tampilan, terutama untuk kue yang tidak diberi pewarna.
Q: Apa fungsi endapan air perasan singkong yang sering disebut di beberapa resep?
Endapan putih di dasar air perasan singkong adalah pati singkong alami. Pati ini berfungsi seperti tepung tapioka — mengikat adonan dan membuat tekstur akhirnya lebih kenyal dan tidak mudah hancur. Itulah mengapa beberapa resep meminta endapan ini dikembalikan ke adonan setelah air dibuang.
Q: Apakah semua resep di atas bisa menggunakan singkong parut yang sudah dijual siap pakai di pasaran?
Bisa, selama singkong parut yang dibeli masih segar dan tidak basi. Hal yang perlu dicek adalah kadar airnya — singkong parut kemasan biasanya masih cukup basah, jadi tetap perlu diperas sebelum dipakai untuk resep yang membutuhkan adonan kering atau padat. Untuk resep berkuah atau yang langsung dikukus tanpa dibentuk, singkong parut kemasan bisa langsung digunakan.
(brl/lut)
PakarPBN
A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.
In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.
The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.