Menyelenggarakan event korporat di kawasan segitiga emas Jakarta seperti SCBD selalu menuntut standar hiburan yang tidak hanya megah, tetapi juga adaptif. Baru-baru ini, Lantun Orchestra mendapatkan kepercayaan untuk memeriahkan acara Perayaan Imlek internal yang digelar secara eksklusif di Sequis Tower Lantai 34, SCBD, Jakarta.
Di tengah atmosfer modern distrik bisnis Jakarta, Lantun Orchestra hadir membawa kehangatan perayaan imlek dengan repertoar musik bernuansa oriental Mandarin. Namun, sebuah momen tak terduga di pertengahan acara menjadi pembuktian nyata bagaimana profesionalitas dan jam terbang para musisi kami diuji di atas panggung.
Dari Nuansa Tradisional Mandarin hingga Single Original “Pecinan”
Mengisi ruang di lantai 34 Sequis Tower, Lantun Orchestra membuka penampilan dengan membawakan rangkaian lagu-lagu legendaris Mandarin yang akrab di telinga, salah satunya lagu ikonis “Tian Mi Mi” yang dibalut dengan aransemen pop-jazz khas Lantun.
Tak hanya membawakan lagu cover, momen perayaan Imlek ini juga menjadi panggung yang sempurna bagi kami untuk memperkenalkan karya orisinal. Lantun Orchestra membawakan “Pecinan”, sebuah single original milik Lantun Orchestra yang lirik dan nadanya menangkap dengan indah dinamika kehidupan, budaya, dan kehangatan kawasan pecinan di Indonesia.
Perpaduan musik oriental dengan ketukan ritmis khas Lantun sukses membuat para staf dan jajaran manajemen perusahaan menikmati suasana malam pasca-buka puasa tersebut dengan penuh sukacita.
Ujian Profesionalitas: Spontaneous Request Lagu “Take Five”
Keseruan acara korporat sering kali melahirkan momen-momen spontan. Di paruh kedua penampilan (total durasi perform 2×45 menit), suasana pesta mendadak berubah ketika jajaran direksi (pak boss) memberikan tantangan tak terduga. Beliau me-request lagu kesayangannya: “Take Five”, sebuah komposisi jazz standard legendaris dari Dave Brubeck yang terkenal dengan sukat (time signature) unik $5/4$.
Tanpa ada persiapan sebelumnya di daftar setlist dan tanpa melalui proses latihan (rehearsal), tim musisi Lantun Orchestra langsung sigap di tempat. Di sinilah mentalitas dan ketajaman musisi profesional diuji. Beberapa musisi langsung melakukan sight reading (membaca partitur/notasi musik secara langsung di panggung) dan mengandalkan komunikasi intuisi tingkat tinggi antar-pemain.
Hasilnya? Komposisi “Take Five” berhasil dieksekusi dengan sangat mulus, meliuk indah, dan disambut tepuk tangan meriah dari seluruh hadirin di Sequis Tower. Momen spontan ini justru menjadi salah satu highlight terbaik malam itu.
Formasi Solid di Balik Kemegahan Panggung Sequis Tower
Keberhasilan mengeksekusi repertoar Mandarin sekaligus menjawab tantangan musik Jazz rumit secara mendadak tentu tidak lepas dari kombinasi para musisi berbakat yang mengisi formasi Lantun Orchestra malam itu:
- Brigitta (Vokal)
- Cucu Kurnia (Kendang) & Kabul Oktavianus (Perkusi) – Menjaga ketukan ritmis lintas genre.
- Edward Manurung (Drums) & Rama Cristna – Menjaga fondasi groove tetap solid.
- Mikail Al Rabbdia (Gitar)
- Savira Maghfirlana (Violin) – Memberikan sentuhan melodi yang manis.
- Section Tiup (Brass Section): Nissi Wardoyo (Saxophone), Donna Koeswinarso (Tenor Sax & Flute), dan Brury Effendy (Trumpet) yang memberikan aksen megah pada aransemen.
Baca Juga:Mengapa Fleksibilitas Genre Musik Sangat Penting untuk Keberhasilan Event Korporat Anda
Cari Vendor Musik yang Adaptif dan Profesional untuk Event SCBD?
Pengalaman di Sequis Tower SCBD membuktikan bahwa Chaka Music Production tidak hanya sekadar menjual jasa hiburan musik tiruan. Kami membawa para musisi akademis dan praktisi berpengalaman yang siap menghadapi dinamika panggung apa pun—mulai dari musik musiman seperti Imlek, meluncurkan lagu original, hingga meladeni live request musik jazz tingkat tinggi.
Jika perusahaan Anda mencari band korporat atau orkestra yang fleksibel, berkelas, dan memiliki reputasi tinggi di Jakarta:
Hubungi kami sekarang
PakarPBN
A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.
In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.
The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.